Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) menyatakan kesiapan penuh untuk menyukseskan gelaran Pameran UMKM Berbasis Kekayaan Intelektual (KI) yang dirangkaikan dengan Temu Wicara tingkat Provinsi Bali pada 1 April 2026 mendatang. Hal tersebut terungkap dalam Rapat Koordinasi (Rakor) persiapan yang dipimpin langsung oleh Asisten Administrasi Umum Sekda Buleleng, Gede Sugiartha Widiada, yang bertempat di Ruang Rapat Asisten Administrasi Umum Sekda Buleleng, Kamis, (26/3) sebagai upaya nyata memperkuat ekosistem riset, inovasi, serta kreativitas masyarakat melalui perlindungan hukum Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang akan dipusatkan di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, Kabupaten Klungkung.
Dalam pertemuan tersebut, Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Kominfosanti) Kabupaten Buleleng yang diwakili oleh Kepala Bidang Pengelolaan dan Layanan Informasi Publik, Gusde Mahardika, menegaskan peran strategis dinas dalam mengawal seluruh aspek publikasi dan dokumentasi. Kominfosanti berkomitmen untuk memastikan pesan edukasi mengenai pentingnya legalitas karya tersampaikan secara luas kepada masyarakat melalui berbagai kanal komunikasi publik guna meningkatkan kesadaran para pelaku usaha akan nilai ekonomi dari sertifikasi HKI.
Momentum yang dijadwalkan akan dihadiri oleh Presiden ke-5 RI, Ibu Megawati Soekarnoputri ini akan menjadi panggung penting bagi Kabupaten Buleleng untuk menampilkan identitas kuat daerah melalui sinergi berbagai perangkat daerah seperti Brida, Disdagperinkop, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan, dan Dinas Kebudayaan & Pariwisata. Buleleng akan menonjolkan berbagai produk unggulan yang telah terlindungi hukum, mulai dari kerajinan Recycle Mask Tejakula, kuliner khas Blayag Pengelatan dan Sudang Lepet, produk inovatif Taksu Ajimoringa, hingga Kopi Robusta Lemukih yang telah memiliki sertifikasi Indikasi Geografis (IG).
Melalui koordinasi intensif ini, Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap partisipasi dalam pameran dan temu wicara tersebut dapat memotivasi para pelaku UMKM untuk melegalkan karya mereka sehingga memiliki daya saing yang tinggi di pasar global. Kehadiran narasumber dari kementerian terkait dalam acara tersebut juga diharapkan mampu memperkaya wawasan inovator lokal Buleleng dalam mengelola usaha secara profesional dan mandiri di bawah perlindungan hukum yang sah.