Pemkab Buleleng melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinas Sosial P3A) Kabupaten Buleleng, melaksanakan Rapat Koordinasi Piloting Digitalisasi Bantuan Sosial Tahun 2026 di Ruang Rapat Gedung Unit IV pada Rabu, (1/4).
Dinas Kominfosanti yang diwakili oleh JF Pranata Humas, Ketut Widiasa, turut hadir pada rakor tersebut.
Kabupaten Buleleng ditunjuk sebagai daerah percontohan nasional digitalisasi bantuan sosial (bansos). Program ini telah mulai berjalan, ditandai dengan pembentukan tim pelaksana serta sosialisasi di tingkat provinsi dan pusat.
Kepala Dinas Sosial P3A Buleleng, I Putu Kariaman Putra, menyebut digitalisasi ini menjadi solusi atas persoalan penyaluran bansos seperti ketidaktepatan sasaran dan kurangnya transparansi. Melalui sistem berbasis NIK, masyarakat dapat mengecek langsung status penerima bantuan secara mandiri.
Untuk mendukung implementasi, akan dibentuk agen sosial di tiap desa yang membantu masyarakat mengakses aplikasi Perlinsos dan IKD. Sistem ini terintegrasi dengan data kependudukan, aset, dan perbankan guna memastikan bansos lebih tepat sasaran.
Pemkab Buleleng mengajak seluruh pihak berkolaborasi menyukseskan program ini agar bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.