(0362) 21146
kominfosanti@bulelengkab.go.id
Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik

BIRF Satukan Budaya Dunia, Buleleng Jadi Ruang Persahabatan Antarnegara

Admin kominfosanti | 11 Maret 2026 | 20 kali

Pemerintah Kabupaten Buleleng kembali mendukung penyelenggaraan Buleleng International Rhythm Festival (BIRF) sebagai ajang pertunjukan seni budaya sekaligus ruang persahabatan antarbangsa. Kegiatan yang menghadirkan delegasi dari berbagai negara ini berlangsung di Gedung Kesenian Gde Manik Singaraja, Rabu (11/3).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfosanti) Kabupaten Buleleng, Made Suharta, bersama sejumlah undangan lainnya yang memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan festival budaya internasional tersebut.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng, Nyoman Wisandika, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan syukur karena Buleleng kembali dipercaya menjadi tuan rumah pertemuan budaya dunia melalui BIRF. Menurutnya, festival ini tidak hanya menjadi ajang pertunjukan seni dan budaya, tetapi juga ruang dialog serta persahabatan antar negara.

Lebih lanjut, pihaknya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya festival ini, mulai dari instansi pemerintah, lembaga negara, sponsor, hingga komunitas seni dan pendidikan. Dukungan tersebut di antaranya datang dari IOP Indonesia, UNESCO, Sanggar Selisari Budaya, Universitas Pendidikan Ganesha, serta berbagai sekolah dan lembaga pendidikan yang turut berpartisipasi.

Sementara itu, President IOV Indonesia, Andris Adhitra, dalam laporannya menyampaikan bahwa keterbukaan dan keberanian masyarakat Buleleng menjadikan daerah ini layak menjadi tuan rumah festival internasional. Ia menjelaskan bahwa BIRF pertama kali digelar pada Maret 2025 dan kini berkembang menjadi ruang pertemuan budaya dunia yang mempererat persahabatan antarbangsa.

Di tengah situasi global yang masih diwarnai berbagai konflik, festival ini menjadi simbol bahwa masyarakat dunia dari berbagai latar belakang bahasa, warna kulit, dan budaya dapat bertemu dalam harmoni. Melalui seni dan budaya, perbedaan dapat disatukan dalam satu ritme yang sama.

Festival seni budaya dunia yang berlangsung selama tiga hari ini diharapkan semakin memperkenalkan Buleleng sebagai destinasi budaya internasional sekaligus ruang pertemuan yang mempererat persahabatan antarbangsa melalui seni, budaya, dan nilai kemanusiaan.