(0362) 21146
kominfosanti@bulelengkab.go.id
Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik

Diskominfos Bali Perkuat Kapasitas KIM Desa Lewat Bimtek

Admin kominfosanti | 27 April 2026 | 20 kali

Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bali menggelar bimbingan teknis (bimtek) penguatan kapasitas Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) di Ruang Sandat, Senin (27/4). Kegiatan ini diikuti perwakilan kabupaten/kota se-Bali untuk mendorong peran KIM sebagai penggerak literasi digital di tingkat desa.


Kegiatan ini dihadiri perwakilan Kabupaten Buleleng dari Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Kabupaten Buleleng melalui Kepala Bidang Pengelolaan dan Layanan Informasi Publik, Gusde Mahardika, bersama staf fungsional I Putu Angga Aditya. Turut hadir pula KIM Bakti Nugraha Perbekel Desa Pejarakan, I Made Astawa selaku Penanggung Jawab KIM Bakti Nugraha beserta staf operator KIM.


Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bali, Gede Pramana, yang sekaligus membuka kegiatan dalam sambutannya menekankan pentingnya penguatan peran KIM dalam literasi digital untuk menangani hoaks serta mendorong edukasi digital di masyarakat. Ia juga menegaskan arah pengembangan Smart City di Bali sebagai bagian dari pilot project Smart Province, yang dijalankan dengan semangat menyama braya serta nilai Tri Hita Karana sebagai fondasi bergerak maju secara digital.


Narasumber pertama dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Agus Tri Yuwono selaku Pranata Humas Ahli Pertama, memaparkan pentingnya literasi informasi di akar rumput. Ia menjelaskan bahwa KIM merupakan kelompok masyarakat yang secara struktur terdaftar pada KIM.ID sebagaimana diatur dalam Peraturan Kominfo Nomor 4 Tahun 2024, sehingga memiliki peran strategis sebagai perpanjangan tangan informasi pemerintah di tingkat komunitas.


Sementara itu, narasumber kedua, Ni Putu Kartina Wiprayanti selaku Pranata Humas Ahli Muda Diskominfos Bali, menyampaikan materi teknis terkait pembuatan berita KIM yang baik dan benar dengan pendekatan unsur 5W+1H, agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat menjadi jelas, akurat, dan mudah dipahami.


Melalui kegiatan ini, diharapkan kapasitas KIM di seluruh Bali semakin kuat dalam menyebarluaskan informasi yang sehat, menangkal disinformasi, serta menjadi motor penggerak literasi digital di tengah masyarakat.