(0362) 21146
kominfosanti@bulelengkab.go.id
Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik

Wabup Supriatna: Hardiknas Momentum Teguhkan Spirit Pendidikan Nasional

Admin kominfosanti | 02 Mei 2026 | 51 kali

Peringatan Hari Pendidikan Nasional menjadi momentum penting untuk melakukan refleksi sekaligus meneguhkan dan menghidupkan kembali spirit pendidikan nasional. Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, dalam peringatan Hardiknas Tahun 2026 yang turut dihadiri Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Kabupaten Buleleng, Made Suharta.


Menurutnya, pendidikan pada hakikatnya merupakan proses yang dijalankan dengan ketulusan, penuh kasih sayang, dan bertujuan untuk memanusiakan manusia. Pendidikan juga menjadi sarana untuk menemukan serta mengembangkan potensi alamiah manusia sebagai makhluk Tuhan yang mulia. “Inti dari proses pendidikan adalah memuliakan manusia,” ujarnya.


Ia menambahkan, nilai-nilai dasar pendidikan yang diwariskan oleh Ki Hajar Dewantara melalui sistem among yakni asah, asih, dan asuh harus terus dihidupkan dalam praktik pendidikan masa kini.


Lebih lanjut disampaikan, sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003, pendidikan merupakan proses untuk mencerdaskan kehidupan bangsa serta membangun karakter dan peradaban. Pendidikan diharapkan mampu melahirkan manusia yang beriman, berakhlak mulia, cerdas, terampil, mandiri, serta bertanggung jawab.


Sejalan dengan visi Prabowo Subianto dalam Asta Cita, pendidikan juga dipandang sebagai upaya strategis membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, kuat, dan berdaya saing menuju bangsa yang maju dan bermartabat.


Dalam rangka mewujudkan hal tersebut, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menerapkan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) sebagai program prioritas. Pendekatan ini diyakini mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dengan menitikberatkan pada pemahaman yang lebih komprehensif di dalam kelas.


Selain itu, terdapat lima kebijakan strategis yang terus didorong, meliputi pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan serta digitalisasi pembelajaran, peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru, penguatan karakter peserta didik, peningkatan literasi dan numerasi, serta perluasan akses pendidikan yang inklusif dan merata.


Wabup Supriatna menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan pendidikan tidak dapat dilakukan secara sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, baik pemerintah, masyarakat, dunia usaha, maupun lembaga terkait.


“Peningkatan mutu pendidikan memerlukan komitmen bersama dengan didukung pola pikir yang maju, mental yang kuat, serta misi yang lurus. Dengan demikian, seluruh kebijakan yang dirancang dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi kemajuan pendidikan,” pungkasnya.