Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfosanti) Kabupaten Buleleng, Made Suharta menghadiri Acara Penutupan Buleleng Education Expo (BEE) 2026 yang berlangsung di Gedung Kesenian Gde Manik pada Jumat (22/5).
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Buleleng, para guru dan siswa dari berbagai jenjang pendidikan se-Kabupaten Buleleng, serta masyarakat umum yang antusias menyaksikan rangkaian penutupan Buleleng Education Expo 2026.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Buleleng, Made Supriatna yang mewakili Bupati Buleleng menyampaikan bahwa Buleleng Education Expo 2026 bukan sekadar ajang pameran karya maupun prestasi, melainkan manifestasi dari transformasi besar dunia pendidikan di Kabupaten Buleleng. Menurutnya, perkembangan teknologi digital seperti pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) hingga platform pembelajaran interaktif kini telah terintegrasi dalam kurikulum pembelajaran di sekolah.
Selain itu, penerapan metodologi deep learning juga dinilai tidak lagi sebatas konsep teoritis, melainkan telah diwujudkan melalui berbagai proyek nyata yang dipamerkan oleh sekolah-sekolah peserta expo. Wakil Bupati juga mengaku bangga dan terharu melihat antusiasme para siswa serta dedikasi para guru dalam menghadirkan inovasi pembelajaran yang kreatif dan inspiratif.
Lebih lanjut, Wabup Supriatna berpesan agar semangat inovasi yang telah tumbuh melalui kegiatan expo ini terus dijaga dan dikembangkan di lingkungan sekolah. Ia menegaskan bahwa berbagai inovasi yang ditampilkan selama kegiatan berlangsung diharapkan dapat menjadi standar baru dalam proses belajar mengajar di ruang-ruang kelas.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan expo yang berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 20 hingga 22 Mei 2026, merupakan wujud nyata komitmen bersama dalam mengintegrasikan potensi pendidikan, pemuda, dan olahraga di Kabupaten Buleleng guna mencetak generasi emas yang kreatif, inovatif, dan berkarakter.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat eksistensi Kabupaten Buleleng sebagai Kota Pendidikan. Antusiasme masyarakat terhadap penyelenggaraan Buleleng Education Expo 2026 dinilai sangat tinggi, dengan jumlah kunjungan mencapai kurang lebih 5.000 orang selama pelaksanaan kegiatan.
Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan penyerahan penghargaan kepada para pemenang Lomba Best Practice Pembelajaran yang diikuti oleh sebanyak 266 peserta dari berbagai jenjang pendidikan.
Melalui penyelenggaraan Buleleng Education Expo 2026, Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap semangat kolaborasi, inovasi, dan transformasi pendidikan yang telah terbangun dapat terus berlanjut serta menjadi penguatan dalam mewujudkan Buleleng sebagai daerah yang unggul, adaptif, dan berdaya saing di bidang pendidikan.