Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Kesehatan Buleleng terus memperkuat sistem kewaspadaan kesehatan masyarakat melalui kegiatan pemetaan risiko penyakit yang dilaksanakan di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, Rabu (11/3). Kegiatan ini melibatkan berbagai perangkat daerah serta pemangku kepentingan lintas sektor sebagai upaya mengantisipasi potensi masuk dan penyebaran penyakit menular.
Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfosanti) Kabupaten Buleleng turut hadir dalam kegiatan tersebut yang diwakili oleh Fransiskus Asisi Wawan Triyudawanto selaku JF Perencana Ahli Muda.
Kegiatan yang dibuka langsung oleh Kepala Dinkes Buleleng, dr. Sucipto menjelaskan bahwa mobilitas masyarakat dan wisatawan yang tinggi di Bali sebagai destinasi pariwisata internasional memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi. Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga meningkatkan potensi risiko masuknya penyakit menular lintas negara seperti MERS, Avian Influenza, COVID-19, hingga Meningitis Meningokokus.
Melalui kegiatan pemetaan risiko penyakit ini, pemerintah daerah mengajak seluruh sektor terkait untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. Pemetaan dilakukan dengan mengidentifikasi berbagai faktor risiko penularan penyakit, mulai dari mobilitas penduduk, pintu masuk wilayah, interaksi manusia dan hewan, kondisi lingkungan, hingga kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan dan sistem surveilans.
Pengisian tools pemetaan risiko yang dilakukan secara sistematis diharapkan mampu menghasilkan data dan informasi yang akurat sebagai dasar penyusunan langkah strategis dalam upaya pencegahan serta respon cepat terhadap potensi ancaman penyakit di wilayah Bali, khususnya Kabupaten Buleleng.
Kegiatan ini juga menjadi kelanjutan komitmen Kabupaten Buleleng yang sejak tahun 2023 secara konsisten melaksanakan pemetaan risiko penyakit. Bahkan pada tahun 2025, Buleleng berhasil meraih dua penghargaan sekaligus, yakni kategori capaian pemetaan risiko Penyakit Infeksi Emerging (PIE) terbaik serta kelengkapan dokumen rekomendasi pemetaan risiko PIE dengan capaian 100 persen.
Melalui sinergi lintas sektor yang semakin kuat, diharapkan sistem kewaspadaan kesehatan masyarakat di Kabupaten Buleleng dapat semakin tangguh dan responsif, sehingga mampu memberikan perlindungan optimal bagi masyarakat sekaligus menjaga kepercayaan dunia terhadap Bali sebagai destinasi pariwisata yang aman dan sehat.