(0362) 21146
kominfosanti@bulelengkab.go.id
Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik

Kominfosanti Hadir dalam Sosialisasi Vaksin Hexavalen untuk Perkuat Diseminasi Informasi

Admin kominfosanti | 26 November 2025 | 36 kali

Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng mulai melaksanakan Sosialisasi dan Mobilisasi Introduksi Vaksin Hexavalen, yaitu vaksin kombinasi enam antigen dalam satu suntikan yang bertujuan untuk menyederhanakan jadwal imunisasi sekaligus meningkatkan cakupan imunisasi dasar lengkap. Kegiatan ini berlangsung di STIKES Buleleng, Rabu (26/11), dan turut dihadiri dari Dinas Kominfosanti Buleleng, yang diwakili oleh Kepala Bidang Pengelolaan dan Layanan Informasi Publik, Gusde Mahardika sebagai bentuk dukungan dalam memperkuat penyebarluasan informasi kepada masyarakat.


Sosialisasi ini merupakan bagian dari program introduksi vaksin Hexavalen yang tengah diuji coba oleh Kementerian Kesehatan dan dilaksanakan serentak di beberapa daerah, termasuk Provinsi Bali, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Lombok. Pelibatan perangkat desa, camat, organisasi keagamaan, serta organisasi profesi menjadi langkah penting untuk memastikan informasi yang benar mengenai imunisasi tersampaikan secara luas ke masyarakat.


Ditemui usai kegiatan, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, I Nyoman Budiastawan, menjelaskan bahwa vaksin Hexavalen dipilih sebagai langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas imunisasi.

“Vaksin Hexavalen ini merupakan gabungan enam jenis vaksin—difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, Haemophilus influenzae tipe b, dan polio. Jadi sekali suntik, enam antigen langsung didapatkan oleh bayi atau balita,” ujarnya.


Ia menambahkan bahwa penggunaan vaksin kombinasi dapat mengurangi jumlah suntikan, meminimalkan rasa nyeri, serta menurunkan potensi efek samping. Efek samping yang muncul umumnya ringan, seperti demam, dan dapat ditangani dengan obat penurun panas.


Sebagai rangkaian kegiatan, Dinas Kesehatan juga menggelar vaksinasi massal kepada sekitar 100 bayi dan balita dari Kecamatan Kubutambahan, Sawan, dan Buleleng. Program introduksi Hexavalen di Kabupaten Buleleng telah dimulai sejak 6 Oktober 2025, dengan sasaran bayi yang lahir mulai 9 Juli 2025 dan diberikan pada usia 2, 3, dan 4 bulan.

“Seluruh Posyandu di Kabupaten Buleleng sudah menerima distribusi vaksin Hexavalen, dan masyarakat dapat mengaksesnya di Posyandu maupun fasilitas kesehatan pemerintah yang menyediakan layanan imunisasi,” tambah Budiastawan.


Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap introduksi vaksin Hexavalen dapat meningkatkan cakupan imunisasi dasar lengkap, mencegah munculnya kembali Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I), serta memperkuat kekebalan kelompok (herd immunity). Upaya ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 melalui penguatan layanan kesehatan primer dan pemenuhan hak kesehatan anak. (Ag)