(0362) 21146
kominfosanti@bulelengkab.go.id
Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik

Upaya Memperkuat Sistem Penanggulangan Bencana Adaptif dan Berbasis Data, Dinas Kominfosanti Buleleng Hadiri Rapat Optimalisasi SIK

Admin kominfosanti | 22 April 2026 | 47 kali

Dalam upaya memperkuat sistem penanggulangan bencana yang adaptif dan berbasis data, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng menggelar rapat Optimalisasi Sistem Informasi Kebencanaan (SIK) di Ruang Rapat Kantor BPBD Kabupaten Buleleng, Selasa (22/4).

Pranata Komputer Bidang Tata Kelola dan SDM SPBE Dinas Kominfosanti Kabupaten Buleleng, I Putu Agus Suryawan, bersama staf programmer Bidang Tata Kelola dan SDM SPBE turut hadir dalam rapat tersebut.

Rapat ini merupakan tindak lanjut dari inisiasi Pemerintah Provinsi Bali dalam pengembangan Sistem Informasi Kebencanaan (SIK), sebuah aplikasi berbasis web yang dirancang untuk menjawab tantangan penanggulangan bencana yang semakin kompleks. SIK tidak hanya memuat data kejadian bencana, tetapi juga mencakup seluruh siklus penanggulangan bencana, mulai dari tahap prabencana, tanggap darurat, hingga pascabencana.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Buleleng, I Gede Suyasa, dalam arahannya menegaskan bahwa optimalisasi SIK merupakan langkah strategis untuk mendukung pengambilan keputusan yang cepat dan tepat berbasis data. Ia menjelaskan bahwa SIK mampu mempermudah pemetaan wilayah rawan bencana, analisis risiko, serta visualisasi data geospasial secara terintegrasi.

“Melalui SIK, seluruh data kebencanaan dapat diakses secara terpusat dan real time, sehingga mendukung proses perencanaan yang lebih akurat dan responsif. Ini menjadi kunci dalam mewujudkan penanggulangan bencana yang inklusif dan efektif,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, SIK telah terintegrasi antara BPBD Provinsi Bali dan BPBD kabupaten/kota, serta mendorong transparansi dan efisiensi melalui digitalisasi birokrasi. Namun demikian, masih terdapat sejumlah tantangan, seperti ketergantungan pada koneksi internet, potensi kelebihan beban sistem saat pelaporan meningkat, serta perlunya peningkatan kualitas input data guna menjaga validitas informasi.

Untuk itu, BPBD Kabupaten Buleleng mendorong pengembangan sistem ke depan, salah satunya melalui pembukaan akses Open API dari SIK Provinsi Bali. Langkah ini diharapkan dapat mendukung pengembangan sistem internal BPBD Buleleng sekaligus meningkatkan interoperabilitas dengan sistem pendukung lainnya di daerah.

Melalui rapat ini, diharapkan terbangun komitmen bersama antarperangkat daerah dan pemangku kepentingan dalam mengoptimalkan pemanfaatan SIK, sekaligus mendorong adaptasi terhadap proses bisnis yang ada, guna mewujudkan sistem penanggulangan bencana yang lebih terintegrasi, tangguh, dan berkelanjutan.

“Dengan kolaborasi dan komitmen bersama, kami optimistis SIK dapat memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan ketangguhan daerah dalam menghadapi bencana,” tutupnya.