(0362) 21146
kominfosanti@bulelengkab.go.id
Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik

Menghubungkan Harapan dari Ujung Barat hingga Timur

Admin kominfosanti | 26 Oktober 2026 | 4 kali

Di sebuah ruang kelas beratap seng di pinggiran Halmahera, Ibu Mimi, seorang guru yang mengabdi di wilayah terluar Maluku Utara, tersenyum lega tatkala layar komputer jinjing tua di mejanya menampilkan halaman situs pembelajaran yang jernih tanpa hambatan putus sinyal. Dahulu, untuk mengunduh satu lembar materi ujian saja, ia dan para muridnya harus berjuang keras mencari titik sinyal seluler. Ungkapan rasa syukur itu ia sampaikan langsung saat mengenang hadirnya sinyal internet broadband di sekolahnya:

"Sekarang dengan adanya internet itu siswa belajar lebih mudah daripada yang dulu. Sekarang kalau ada tugas murid langsung mengerjakan. Dulu itu susah sekali,"  ujar Ibu Mimi lega. 

Pengalaman emosional serupa berhembus di sebuah puskesmas pembantu di pedalaman Papua, di mana seorang bidan desa kini dapat berkonsultasi secara langsung mengenai kondisi darurat ibu hamil melalui layanan medis jarak jauh tanpa harus menanti berhari-hari. 

Di tempat terpisah, para pengurus koperasi nelayan di pesisir Natuna kini mengecek pergerakan harga ikan secara real-time di pasar global sebelum kapal-kapal mereka merapat ke dermaga. 

Kisah-kisah nyata tentang kemudahan di ruang-ruang pelayanan publik tersebut menjadi cerminan betapa hadirnya akses internet bukan sekadar urusan kecanggihan gawai, melainkan jembatan keadilan yang menghubungkan asa rakyat di seluruh pelosok Nusantara. 

Makin Berdaya

Denyut kehidupan yang makin berdaya di garis depan perbatasan tersebut merupakan perwujudan konkret dari pilar "Terhubung" yang secara konsisten dirajut oleh Kementerian Komunikasi dan Digital. Negara menyadari sepenuhnya bahwa kedaulatan bangsa dan kesetaraan kesejahteraan tidak akan pernah terwujud apabila ketimpangan akses informasi masih membentang. Menghubungkan Nusantara dari Sabang sampai Merauke bukanlah sekadar proyek pembangunan fisik jaringan kabel serat optik atau menara pemancar di atas kertas, melainkan komitmen kemanusiaan untuk memastikan bahwa tidak ada satu pun anak bangsa, sekolah, puskesmas, maupun unit usaha warga di daerah terpencil yang merasa ditinggalkan oleh kemajuan zaman. 

Komitmen kuat untuk meratakan aksesibilitas digital di seluruh pelosok tanah air ini dikawal dan ditegaskan secara langsung oleh Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid. Dalam acara Apresiasi Konektivitas Digital yang berlangsung di Jakarta Selatan, Sabtu (18/04/2026), Meutya Hafid menyuarakan bahwa penyediaan konektivitas internet hingga ke pelosok negeri adalah hak dasar seluruh warga negara yang wajib dipenuhi oleh negara. 

"Transformasi digital tidak boleh menyisakan ruang hampa bagi warga di daerah pelosok. Ketika sekolah, puskesmas, dan kantor desa terhubung ke jejaring siber, saat itulah negara hadir dalam wujud yang paling konkret, yaitu membuat pelayanan menjadi lebih cepat, transparan, dan tidak diskriminatif," tegas Meutya Hafid. 

Menurutnya, pemerintah bertindak tegas memastikan bahwa perluasan jaringan pita lebar (broadband) tidak hanya menumpuk di pusat-pusat pertumbuhan ekonomi urban, melainkan menjangkau kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Meutya menekankan bahwa kehadiran sinyal internet berkualitas di fasilitas publik seperti sekolah, sarana kesehatan, dan koperasi adalah investasi sosial jangka panjang untuk membebaskan masyarakat dari keterisolasian dan mendorong kemandirian ekonomi daerah.

"Siswa bisa mengakses materi belajar lebih luas. Tenaga kesehatan bisa melayani pasien dengan lebih cepat dan tepat. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, butuh dukungan dari banyak pihak," ungkapnya. 

Konektivitas Bermakna

Arah pembangunan fasilitas digital ini diperkuat Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria. Ia menegaskan fokus pemerataan akses internet khusus untuk sektor pendidikan. 

"Konektivitas harus berdampak pada pendidikan dan masa depan anak,"  ujar Wamen Nezar Patria di Jakarta Pusat, Senin (12/01/2026). Hal itu  memperjelas komitmen negara dalam memperkecil kesenjangan digital di daerah terpencil. 

Semangat tersebut kembali pada Minggu (14/09/2026), bahwa konektivitas harus melahirkan meaningful connectivity dan impactful connectivity. "Konektivitas yang bermakna, konektivitas yang berdampak. Itu yang semua kita inginkan," ungkapnya. 

Di sisi lain. pemanfaatan infrastruktur jaringan bagi kesejahteraan masyarakat menjadi perhatian penuh Kementerian Komdigi.  "Pembangunan jaringan tidak cukup hanya membuat masyarakat terhubung, tetapi harus membuka akses pendidikan, memperluas pasar UMKM, memudahkan layanan publik, dan menciptakan peluang ekonomi," 

tegas Wamen Angga Raka Prabowo dalam Upacara Peringatan Hari Bhakti Postel ke-81 di Bandung, Jawa Barat, Minggu (27/09/2026).

Jangkau Layanan Publik

Melalui eksekusi infrastruktur yang nyata, Kementerian Komdigi mencatat keberhasilan penyediaan fasilitas akses internet gratis yang telah menjangkau 31.864 lokasi strategis/titik pelayanan publik di seluruh Indonesia. Capaian ini mencakup pembukaan akses internet di 21.722 fasilitas pendidikan, 1.887 fasilitas pelayanan kesehatan (puskesmas/pustu), 6.384 kantor pemerintahan daerah/desa, 527 pos pertahanan dan keamanan perbatasan, 231 pusat pelayanan usaha/koperasi, hingga 505 pusat kegiatan masyarakat. Penggelaran akses pita lebar ini dipacu secara konsisten dengan mengombinasikan teknologi satelit berkapasitas besar dan jaringan terestrial, sehingga keandalan sinyal di fasilitas vital masyarakat tetap terjaga dalam segala kondisi iklim dan geografis. 

Capaian konektivitas yang telah merangkul puluhan ribu titik pelayanan publik di seluruh penjuru negeri ini menjadi pijakan yang kokoh bagi Kementerian Komdigi untuk menatap masa depan Indonesia dengan rasa optimisme yang tinggi. Menatap perjalanan ke depan, Komdigi berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas bandwidth, memperluas jangkauan ke pulau-pulau terluar, serta memastikan pemanfaatan internet dapat memberikan dampak ekonomi dan sosial secara berkelanjutan bagi warga setempat. Dengan paduan infrastruktur yang makin merata, ketegasan arah kebijakan pemerintah, serta semangat masyarakat daerah untuk terus berkembang, Indonesia melangkah pasti menuju era keemasan digital, yaitu mewujudkan sebuah Nusantara yang tidak hanya serba terhubung dari Sabang sampai Merauke, melainkan juga berdaya, sejahtera, dan membawa keadilan nyata bagi seluruh rakyatnya. 

 

#2TAHUNGERAKNYATA #GERAKNYATA #TRANSFORMASIBANGSA #2TAHUNKOMDIGI

link sumber : https://www.komdigi.go.id/berita/artikel/detail/menghubungkan-harapan-dari-ujung-barat-hingga-timur