(0362) 21146
kominfosanti@bulelengkab.go.id
Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik

Kominfosanti Buleleng Hadiri Lomba Wayang dan Prasi, Dorong Regenerasi Seni Tradisi

Admin kominfosanti | 16 September 2026 | 42 kali

Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfosanti) Kabupaten Buleleng turut hadir dalam pelaksanaan Lomba Berbasis Tradisi dan Budaya Masyarakat Bali yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng di Wantilan Sasana Budaya dan Lingkungan Museum Gedong Kertya, Rabu (16/9).


Kehadiran Kominfosanti Buleleng diwakili Kepala Bidang Pengelolaan Komunikasi Publik (PKP) I Putu Suryada Santhi, bersama pimpinan perangkat daerah terkait. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya Pemkab Buleleng dalam menjaga keberlanjutan seni dan budaya Bali, khususnya melalui keterlibatan generasi muda.


Lomba tahun ini mengangkat dua kategori, yakni pembuatan wayang dan prasi. Pesertanya merupakan pemuda-pemudi perwakilan dari sembilan kecamatan di Kabupaten Buleleng dengan rentang usia 15 hingga 25 tahun.


Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng, I Nyoman Wisandika, mengatakan pelaksanaan tahun ini dikemas lebih sederhana dengan fokus pada dua jenis lomba. Untuk kategori wayang, peserta mengangkat lakon Sahadewa, yang menjadi bagian terakhir dari rangkaian tokoh pewayangan yang telah dilombakan pada tahun-tahun sebelumnya.


Sementara itu, kategori perasi mengangkat tema Suta Soma, dengan peserta menunjukkan keterampilan menulis dan menggambar di atas daun lontar. Masing-masing peserta diberikan waktu lima jam untuk menyelesaikan karya mereka.


Menurut Wisandika, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga bagian dari upaya mendorong regenerasi seniman tradisional. Minat generasi muda terhadap seni pembuatan wayang dan prasi dinilai masih perlu terus ditumbuhkan.


“Karena kita tahu generasi muda itu agak sedikit sekali peminatnya untuk membuat wayang, perasi. Oleh karena itulah sebagai instansi yang memang membawahi untuk terus melakukan perlindungan dan pelestarian,” ujarnya.


Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Buleleng berharap muncul generasi muda yang tidak hanya mengenal seni tradisi, tetapi juga memiliki keterampilan untuk meneruskannya. Pembinaan secara berkelanjutan di tingkat kecamatan diharapkan dapat memperkuat keberadaan seni wayang dan perasi sebagai bagian dari warisan budaya Bali.


Kehadiran Kominfosanti dalam kegiatan ini sekaligus mendukung penyebarluasan informasi mengenai berbagai upaya pemerintah daerah dalam menjaga, melindungi, dan memperkenalkan seni budaya Buleleng kepada masyarakat, khususnya generasi muda.