Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfosanti) Kabupaten Buleleng, Made Suharta menghadiri piodalan Pura Agung Jagatnatha Buleleng yang bertepatan dengan rahina Purnama Kasa, Senin (29/6). Upacara piodalan tersebut dipuput oleh Ida Pedanda Gde Dwipa Sandi dari Griya Upapati Buleleng bertempat di Pura Agung Jagatnatha Buleleng.
Turut hadir dalam pelaksanaan piodalan tersebut Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Buleleng serta umat Hindu yang melaksanakan persembahyangan dan bhakti bersama.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna menyampaikan rasa syukur karena seluruh umat dapat bersama-sama mengikuti rangkaian persembahyangan pada piodalan Pura Agung Jagatnatha yang menjadi momentum penting bagi umat Hindu di Kabupaten Buleleng.
Menurutnya, keberadaan Pura Agung Jagatnatha tidak hanya sebagai tempat suci untuk melaksanakan ibadah, tetapi juga menjadi simbol Kabupaten Buleleng yang disungsung bersama oleh pemerintah dan masyarakat.
"Pura Jagatnatha adalah simbol Pemerintah Kabupaten Buleleng sekaligus simbol masyarakat Buleleng. Karena itu, sudah menjadi kewajiban kita bersama, khususnya pemerintah daerah, untuk menjaga, merawat, dan melaksanakan pengabdian di pura ini, tidak hanya saat piodalan tetapi juga pada hari-hari suci keagamaan lainnya," ujar Gede Supriatna.
Ia menjelaskan, selama 33 tahun berdiri, Pura Agung Jagatnatha telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Pemerintah Kabupaten Buleleng. Oleh karena itu, seluruh perangkat daerah memiliki tanggung jawab untuk ikut menjaga kesucian pura, melaksanakan ayahan, serta mendukung berbagai kegiatan keagamaan yang berlangsung.
Selain pelaksanaan piodalan, Wakil Bupati juga mengajak seluruh umat Hindu untuk senantiasa hadir dan melaksanakan persembahyangan di Pura Agung Jagatnatha pada hari-hari besar keagamaan seperti Galungan, Kuningan, Saraswati, Tumpek, serta hari suci lainnya. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai spiritual sekaligus menjaga keberadaan pura sebagai pusat pembinaan umat.
Momentum piodalan ini juga dimanfaatkan untuk memohon doa restu serta dukungan masyarakat terhadap berbagai program pembangunan yang sedang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Buleleng. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif seluruh masyarakat.
"Sebaik apa pun program yang disusun pemerintah, tanpa dukungan, doa, dan partisipasi masyarakat, program tersebut tidak akan berjalan secara optimal. Karena itu kami memohon doa restu agar seluruh program pembangunan dapat terlaksana dengan baik demi kemajuan Buleleng," ungkapnya.
Melalui pelaksanaan piodalan ini, diharapkan nilai-nilai keagamaan yang tumbuh dari Pura Agung Jagatnatha dapat menjadi landasan moral dalam memperkuat persatuan, semangat gotong royong, serta mewujudkan pembangunan Kabupaten Buleleng yang sejahtera, damai, dan harmonis.