Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Kominfosanti) Kabupaten Buleleng terus memperkuat sinergi lintas perangkat daerah dalam mendukung transformasi digital penanggulangan bencana. Komitmen tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan Kepala Subbagian Umum dan Keuangan Kominfosanti Buleleng, Gede Hari Satria Wibawa Argapa, dalam Focus Group Discussion (FGD) Optimalisasi Sistem Informasi Kebencanaan (SIK) yang diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng di Hotel Sunari Kutus Kutus, Selasa (21/7/2026).
Kegiatan dibuka oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Buleleng, I Gede Dharma Sudana, S.Sos., M.A.P., yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas perangkat daerah dalam membangun Sistem Informasi Kebencanaan yang terintegrasi guna mendukung perencanaan penanggulangan bencana secara inklusif.
Dalam sesi pemaparan, narasumber dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Provinsi Bali menjelaskan strategi optimalisasi fitur-fitur Sistem Informasi Kebencanaan (SIK). Pengembangan sistem diarahkan agar mampu memenuhi kebutuhan seluruh organisasi perangkat daerah yang terlibat dalam penanganan dan penanggulangan bencana sehingga koordinasi serta pengambilan keputusan dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat.
Sebagai tindak lanjut, seluruh OPD diminta melengkapi data sarana dan prasarana yang dimiliki untuk memperkaya basis data dalam SIK. Data tersebut diharapkan menjadi acuan dalam memetakan sumber daya yang tersedia sehingga dapat dimobilisasi secara optimal saat terjadi keadaan darurat.
Dalam forum tersebut, Kominfosanti Buleleng menyampaikan berbagai potensi dukungan yang dapat diintegrasikan ke dalam sistem penanggulangan bencana. Di antaranya pemanfaatan drone beserta operator untuk pemantauan kondisi sebelum maupun sesudah bencana, kendaraan operasional guna mendukung distribusi bantuan, Handy Talky (HT) sebagai sarana komunikasi ketika jaringan terganggu, platform media sosial Kominfosanti untuk menyebarluaskan informasi kesiapsiagaan dan kondisi bencana secara real-time, serta tenaga IT dan programmer guna mendukung interoperabilitas data dalam Sistem Informasi Kebencanaan sesuai kebutuhan pengguna.
Forum juga menegaskan pentingnya mitigasi risiko serta identifikasi tren kebencanaan berbasis data sebagai langkah strategis dalam mengoptimalkan pemanfaatan database SIK. Melalui data yang lengkap, akurat, dan terintegrasi, pemerintah diharapkan mampu menyusun kebijakan penanggulangan bencana yang lebih efektif dan responsif.
Ke depan, Sistem Informasi Kebencanaan diharapkan menjadi portal data terpadu yang mampu mengidentifikasi masyarakat terdampak bencana secara cepat. Dengan demikian, proses verifikasi dan penyaluran bantuan sosial dapat dilakukan secara lebih efektif, efisien, dan akuntabel sebagai wujud transformasi digital pelayanan publik di Kabupaten Buleleng.