Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfosanti) Kabupaten Buleleng menghadiri kegiatan Asesmen Implementasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng bersama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK RI), Selasa (13/10), bertempat di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng.
Kominfosanti Buleleng dalam kegiatan tersebut diwakili oleh Kepala Bidang Pengelolaan Komunikasi Publik, I Putu Suryada Santhi. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memperkuat pencegahan zoonosis dan Penyakit Infeksi Emerging (PIE), khususnya dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya rabies.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Sucipto, saat membuka kegiatan menyampaikan bahwa kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) di Kabupaten Buleleng masih menjadi perhatian hingga September 2026. Dalam periode tersebut, tercatat tiga orang meninggal dunia akibat rabies.
Ia menjelaskan, dua dari tiga korban meninggal tidak melaporkan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan, sedangkan satu korban tidak kembali untuk mendapatkan Vaksin Antirabies (VAR). Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penanganan yang tepat setelah mengalami gigitan hewan berisiko menularkan rabies.
Berbagai upaya telah dilakukan melalui koordinasi lintas sektor dan lintas program, diantaranya pembentukan 74 Tim Siaga Rabies (TISIRA), dukungan 129 peraturan desa, serta 33 perarem terkait penanganan rabies. Meski demikian, penguatan edukasi dan kesadaran masyarakat tetap diperlukan agar upaya pencegahan dapat berjalan lebih optimal.
Dalam kegiatan tersebut, pencegahan zoonosis dan PIE juga ditekankan melalui pendekatan One Health, yaitu pendekatan terpadu yang menghubungkan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan. Pendekatan ini membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat.
Bagi Kominfosanti Buleleng, keterlibatan dalam kegiatan lintas sektor ini menjadi bagian dari dukungan terhadap penyebarluasan informasi publik mengenai kesehatan dan pencegahan penyakit. Penyampaian informasi yang tepat, mudah dipahami, dan menjangkau masyarakat luas diharapkan dapat mendorong peningkatan kewaspadaan serta perilaku hidup sehat.
Melalui asesmen ini, diharapkan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah semakin kuat dalam merumuskan langkah pencegahan yang terintegrasi. Masyarakat juga diimbau untuk segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gigitan hewan yang berisiko menularkan rabies serta mengikuti penanganan medis sesuai anjuran petugas kesehatan.