(0362) 21146
kominfosanti@bulelengkab.go.id
Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik

Diskominfosanti Hadiri FPD Rancangan Awal Rencana Kerja (Renja) Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Buleleng Tahun 2026

Admin kominfosanti | 06 Maret 2025 | 59 kali

Guna menghasilkan perencanaan yang lebih efektif dan solutif guna meningkatkan keselamatan dan perlindungan masyarakat Buleleng dari risiko kebakaran dan kejadian darurat lainnya, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Buleleng menggelar Forum Perangkat Daerah untuk Rancangan Awal Rencana Kerja (Renja) Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Buleleng Tahun 2026 pada Kamis (6/3). Forum ini dihadiri oleh perangkat daerah dan pihak terkait, dalam hal ini Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Kabupaten Buleleng diwakili oleh Kepala Bidang Pengelolaan Komunikasi Publik, I Putu Suryada Santhi, ST.


Dalam Renja 2026, Damkar Buleleng sudah mengalokasikan anggaran untuk menjalankan program pencegahan, penanggulangan, serta penyelamatan kebakaran dan non-kebakaran. Prioritas utama meliputi peningkatan layanan pemadaman, investigasi kebakaran, serta edukasi dan pemberdayaan masyarakat dalam upaya pencegahan kebakaran.


Forum juga menyoroti kebutuhan peningkatan kapasitas aparatur pemadam kebakaran melalui pelatihan dan sertifikasi, pengadaan peralatan pemadam yang lebih modern, serta dukungan bagi relawan pemadam kebakaran yang jumlahnya mencapai 1.130 orang di seluruh kecamatan.


Langkah strategis lainnya yang diambil sebagai upaya meningkatkan kecepatan respons dalam menangani kebakaran adalah dengan menambah empat pos pemadam kebakaran di wilayah-wilayah dengan potensi kebakaran tinggi, diantaranya di daerah Gerokgak, Wanagiri, Busungbiu dan Tejakula. Dengan adanya pos-pos baru ini, waktu respons pemadam kebakaran ditargetkan dapat ditekan dengan kurun waktu 15 menit.  Selain penambahan pos, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Buleleng juga menjalin kerja sama dengan kabupaten lain, terutama yang berbatasan langsung dengan Buleleng. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan sinergi dalam penanganan kebakaran lintas wilayah, sehingga dapat memberikan respons yang lebih cepat dan efektif dalam keadaan darurat.