Kepala Bidang Pengelolaan dan Layanan Informasi Publik (PLIP), Gusde Mahardika, mewakili Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Kominfosanti) Kabupaten Buleleng, menghadiri pagelaran Harmoni Budaya Panji Sakti yang mengusung tema “Semarak Pagelaran Budaya Bumi Panji Sakti dalam Balutan Olahraga Tradisional dan Kuliner Otentik”. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, pada 16–17 Oktober 2026, bertempat di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bung Karno, Sukasada, Kabupaten Buleleng.
Pagelaran ini menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan kekayaan seni dan budaya lokal Buleleng. Berbagai pertunjukan seni tradisional turut memeriahkan kegiatan tersebut, diantaranya penampilan Sanggar Suara Mustika Singaraja, kesenian Janger, serta Tari Kolok dari Sekaa Dharma Santi, Desa Bengkala, yang dijadwalkan menghibur masyarakat.
Melalui perpaduan seni pertunjukan, olahraga tradisional, dan kuliner autentik, kegiatan ini diharapkan mampu menghadirkan ruang apresiasi budaya yang menarik dan inklusif bagi masyarakat. Selain itu, pagelaran ini menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan terhadap warisan budaya daerah, khususnya di kalangan generasi muda, sekaligus menjaga identitas budaya Buleleng agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.
Kehadiran Kominfosanti Kabupaten Buleleng dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap pelestarian dan promosi potensi seni serta tradisi lokal. Dukungan ini juga diwujudkan melalui peran komunikasi publik dalam menyebarluaskan informasi mengenai kegiatan kebudayaan kepada masyarakat secara luas.
Melalui publikasi yang informatif dan berkelanjutan, berbagai potensi budaya daerah diharapkan semakin dikenal, tidak hanya oleh masyarakat Buleleng, tetapi juga oleh masyarakat dari luar daerah. Dengan demikian, kekayaan seni dan tradisi lokal dapat menjadi bagian penting dalam memperkuat identitas daerah sekaligus meningkatkan daya tarik budaya Kabupaten Buleleng.
Pagelaran Harmoni Budaya Panji Sakti diharapkan menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara masyarakat dan warisan budayanya, sekaligus mendorong keberlanjutan seni tradisional agar tetap hidup, berkembang, dan diwariskan kepada generasi mendatang.