Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Kominfosanti) Kabupaten Buleleng menggelar Soft Launching dan Sosialisasi Sang Buleleng (Satu Gerbang Buleleng) di Ruang Buleleng Command Center (BCC) Dinas Kominfosanti, Senin (26/10). Kegiatan dilaksanakan secara hybrid dan diikuti oleh seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Buleleng.
Kegiatan dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kabupaten Buleleng, Putu Ariadi Pribadi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa Sang Buleleng merupakan salah satu langkah transformasi digital di Kabupaten Buleleng melalui penerapan Single Sign-On (SSO), yakni sistem yang memungkinkan pengguna mengakses berbagai layanan digital melalui satu pintu.
Menurutnya, penerapan Sang Buleleng diharapkan dapat meningkatkan keamanan akses, mempermudah pelayanan, serta mendorong keterpaduan sistem informasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Buleleng. Hal ini menjadi bagian dari upaya memperkuat penyelenggaraan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) agar semakin terintegrasi dan mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik.
Ia juga mengajak seluruh perangkat daerah untuk memberikan dukungan dan berpartisipasi aktif dalam implementasi Sang Buleleng sehingga inovasi tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi penyelenggaraan pemerintahan. Diharapkan, Sang Buleleng menjadi langkah konkret menuju pemerintahan digital Kabupaten Buleleng yang terintegrasi, aman, efektif, dan berkualitas.
Sementara itu, Kepala Dinas Kominfosanti, Made Suharta, menjelaskan bahwa saat ini terdapat 97 aplikasi yang dikelola secara terpisah oleh masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kondisi tersebut menyebabkan layanan digital belum terintegrasi secara optimal, dengan setiap aplikasi memiliki sistem akses berupa username dan password yang berbeda-beda bagi pegawai.
Sebagai solusi atas kondisi tersebut, Sang Buleleng dihadirkan sebagai inovasi proyek perubahan dalam rangka mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Tahun 2026. Inovasi ini berfungsi sebagai single gateway atau satu pintu akses layanan digital yang memungkinkan Aparatur Sipil Negara (ASN) menggunakan satu akun untuk mengakses berbagai aplikasi sesuai dengan hak akses yang dimiliki.
Melalui penerapan Sang Buleleng, diharapkan dapat terwujud pertukaran data antaraplikasi secara digital melalui penyediaan data hub, penyeragaman basis data pengguna, peningkatan keamanan sistem, serta pengendalian kewenangan akses yang lebih terarah.
Kadis Suharta menegaskan bahwa implementasi inovasi ini membutuhkan kolaborasi dan komitmen seluruh perangkat daerah serta dukungan unsur media agar transformasi digital pemerintahan dapat berjalan secara optimal.
Melalui Sang Buleleng, Pemerintah Kabupaten Buleleng berupaya memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis elektronik yang lebih aman, terpadu, dan efektif, sekaligus mendorong peningkatan kualitas layanan publik berbasis digital bagi masyarakat.