Pemerintah Kabupaten Buleleng terus mendorong percepatan perluasan digitalisasi bantuan sosial (bansos) guna mewujudkan penyaluran bantuan yang lebih tepat sasaran, transparan, dan efektif. Hal tersebut dibahas dalam Rapat Percepatan Perluasan Digitalisasi Bansos di Kabupaten Buleleng yang dilaksanakan secara virtual, Senin (3/8).
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Kominfosanti) Kabupaten Buleleng, Made Suharta, turut hadir beserta agen perlinsos Dinas Kominfosanti.
Dalam arahannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa, menyampaikan bahwa proses penginputan data Perlinsos di Kabupaten Buleleng terus mengalami perkembangan. Hingga saat ini, penginputan telah mencapai 164.486 Kartu Keluarga (KK) atau sekitar 61 persen dari total target keseluruhan.
Capaian tersebut diharapkan terus ditingkatkan sehingga dapat mendekati 100 persen sebelum 17 Agustus 2026, atau sekitar pertengahan Agustus, sebelum penetapan KUA-PPAS pada perubahan anggaran. Dengan progres yang terus digenjot, Kabupaten Buleleng juga ditargetkan menjadi piloting project perluasan digitalisasi bansos di wilayah Bali.
Selain peran agen, percepatan juga didukung oleh sinergi perangkat daerah (OPD) pengampu yang menugaskan personel untuk mendampingi desa-desa dalam proses penginputan data secara berjenjang, mulai dari T1, T2, hingga T3.
Lebih lanjut disampaikan bahwa percepatan perluasan digitalisasi bansos tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah data yang terinput, tetapi juga bertujuan memastikan akurasi dan ketepatan sasaran penerima bantuan sosial. Dengan data yang akurat dan mutakhir, pemerintah dapat memastikan bantuan sosial diberikan kepada masyarakat yang benar-benar berhak menerima serta melakukan evaluasi terhadap penerima yang sudah tidak memenuhi kriteria.
Melalui rapat tersebut, Pemerintah Kabupaten Buleleng menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi dan sinergi lintas sektor dalam mempercepat penginputan dan pemutakhiran data Perlinsos. Upaya tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya digitalisasi bansos yang lebih akurat, efisien, transparan, dan tepat sasaran, sekaligus memperkuat posisi Kabupaten Buleleng sebagai daerah percontohan dalam perluasan digitalisasi bantuan sosial di Provinsi Bali.