(0362) 21146
kominfosanti@bulelengkab.go.id
Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik

Kominfosanti Ikuti Aksi Bersih Pantai Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Admin kominfosanti | 12 Juni 2026 | 30 kali

Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menggelar aksi bersih-bersih pantai sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Kegiatan dilaksanakan serentak di empat lokasi, yakni Pantai Kubujati, Pantai Penarukan, Pantai YPUH, dan Pantai Camplung, Jumat (12/6).


Aksi bersih pantai tersebut melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), badan usaha milik daerah (BUMD), TNI/Polri, kalangan akademisi, hingga organisasi kemasyarakatan yang memiliki perhatian terhadap isu lingkungan. Turut hadir Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Kabupaten Buleleng, Made Suharta, beserta jajaran.


Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng, Gede Suratanaya, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang sebelumnya dipusatkan di Danau Tamblingan. Setelah pelaksanaan kegiatan utama tersebut, pemerintah daerah didorong untuk melaksanakan aksi kebersihan di berbagai lokasi, seperti pantai, sungai, pasar, dan ruang publik lainnya.


Menurut Suratanaya, keterlibatan berbagai pihak menjadi langkah penting dalam membangun kesadaran kolektif terhadap pengelolaan sampah. Permasalahan sampah tidak dapat ditangani oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat.


Lebih lanjut disampaikan, berbagai program pengelolaan sampah yang dilaksanakan secara berkelanjutan mulai menunjukkan hasil positif. Salah satunya ditandai dengan menurunnya volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bangkala secara bertahap.


Melalui kegiatan bersih pantai ini, DLH Buleleng berharap kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah terus meningkat, mulai dari membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah sejak dari sumbernya, hingga mengurangi penggunaan produk sekali pakai yang berpotensi menambah timbulan sampah di lingkungan.