Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Kominfosanti) Kabupaten Buleleng turut mengikuti rapat evaluasi hasil penginputan Indeks Inovasi Daerah (IID) 2026 sekaligus pembahasan strategi pengembangan inovasi tahun 2027 di Ruang Rapat BRIDA Buleleng, Selasa (22/9).
Dalam kegiatan tersebut, Perencana Ahli Muda Kominfosanti Kabupaten Buleleng, Fransiskus Asisi Wawan Triyudawanto, hadir mewakili Kominfosanti bersama perangkat daerah lainnya.
Rapat yang dipimpin Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng Ketut Suwarmawan tersebut membahas evaluasi proses penginputan inovasi tahun 2026, termasuk kelengkapan data dukung yang menjadi bagian dari penilaian IID.
Evaluasi ini menjadi bagian penting untuk memastikan berbagai inovasi yang telah dikembangkan oleh perangkat daerah dapat terdokumentasi dan tercatat sesuai dengan ketentuan penilaian.
Dalam pembahasan juga disampaikan perkembangan nilai IID Kabupaten Buleleng yang menunjukkan tren peningkatan dalam lima tahun terakhir. Nilai IID meningkat dari 43,64 pada 2021 menjadi 51,78 pada 2022, 54,30 pada 2023, 60,98 pada 2024, dan 62,98 pada 2025.
Kabupaten Buleleng sebelumnya sempat masuk kategori sangat inovatif pada 2024. Namun, perubahan rentang penilaian kategori inovatif dan sangat inovatif menyebabkan Buleleng pada 2025 belum kembali masuk kategori tersebut.
Selain mengevaluasi IID 2026, rapat juga menjadi bagian dari persiapan pengembangan inovasi tahun 2027. Penguatan inovasi diharapkan tidak hanya berorientasi pada pencapaian nilai indeks, tetapi juga mampu mendukung perbaikan tata kelola pemerintahan, efektivitas pekerjaan, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Melalui keterlibatan perangkat daerah, termasuk Kominfosanti, pengembangan inovasi diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Buleleng.