Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Kominfosanti) Kabupaten Buleleng mengikuti Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi Dampak Kerja Sama dan Pemanfaatan Sistem Informasi Desa (SID) Berdaya. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rama, Hotel Puri Saron Baruna Beach Cottages, Rabu (18/2) ini, bertujuan memperkuat fondasi data dari tingkat desa.
Hadir dalam pertemuan tersebut Kabid Tata Kelola dan SDM SPBE Kominfosanti, Ngakan Gde Dwi Dharma Yudha; Kabid Persandian dan Statistik, Komang Ery Marta Pariata; serta tim programmer Kominfosanti. Diskusi ini juga melibatkan perwakilan Dinas PMDPPKB, Bagian Pemerintahan dan Pertanahan Setda Buleleng, serta BPS Singaraja sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor.
FGD ini merupakan langkah evaluatif atas kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Buleleng dengan Yayasan Combine Resource Institution (CRI) dalam pengembangan SID Berdaya. Ketua Yayasan CRI, Nike, menekankan bahwa SID dirancang untuk memperkuat tata kelola data desa agar lebih optimal, bersinergi, dan mampu menjadi instrumen pelengkap dalam perumusan kebijakan daerah. Hal ini selaras dengan agenda besar Pemkab Buleleng yang tengah menyusun kebijakan Data Desa Presisi.
Melalui evaluasi ini, pemanfaatan SID Berdaya diharapkan semakin terintegrasi dengan sistem data sektoral di lingkungan Pemkab Buleleng. Dengan demikian, data desa tidak lagi sekadar menjadi alat administrasi, melainkan menjadi basis pengambilan keputusan pembangunan yang lebih akurat dan tepat sasaran. Sinergi antara perangkat daerah, pemerintah desa, dan mitra pengembang menjadi kunci utama dalam mewujudkan satu data desa yang mutakhir dan berkelanjutan.