Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfosanti) Kabupaten Buleleng, Made Suharta, menghadiri Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Buleleng yang berlangsung di Ruang Rapat Lobby Kantor Bupati Buleleng, Rabu (24/6).
Rapat koordinasi tersebut dipimpin oleh Wakil Bupati Buleleng sekaligus Ketua TPPS Kabupaten Buleleng, Gede Supriatna, dan diikuti oleh perangkat daerah serta berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam upaya percepatan penurunan stunting.
Dalam arahannya, Wabup Supriatna menyampaikan optimisme bahwa angka stunting di Kabupaten Buleleng dapat terus ditekan melalui sinergi lintas sektor dan penguatan berbagai program intervensi yang telah berjalan. Penanganan stunting disebut sebagai salah satu program prioritas pemerintah yang perlu mendapat perhatian dan dukungan dari seluruh pihak.
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam rapat, prevalensi stunting di Kabupaten Buleleng pada tahun 2025 tercatat sekitar 3,35 persen. Meski terdapat perbedaan data dari beberapa sumber, pemerintah daerah tetap berkomitmen untuk melaksanakan berbagai langkah percepatan penurunan stunting secara berkelanjutan.
Berbagai program strategis yang telah dijalankan TPPS Kabupaten Buleleng antara lain skrining anemia pada remaja putri, pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri dan ibu hamil, pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita gizi kurang, pemantauan pertumbuhan balita, edukasi ASI eksklusif, hingga pelayanan tata laksana gizi buruk.
Selain itu, pemerintah juga mengembangkan Posko Praktik Baik sebagai sarana pendataan dan deteksi dini kesehatan calon pengantin sebelum menikah, yang melibatkan desa adat, tenaga kesehatan, Kementerian Agama, serta Tim Pendamping Keluarga.
Melalui kehadiran Dinas Kominfosanti, diharapkan dukungan publikasi, diseminasi informasi, dan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan stunting dapat terus diperkuat sehingga mampu mendukung keberhasilan program percepatan penurunan stunting di Kabupaten Buleleng.