Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Kominfosanti) Kabupaten Buleleng menghadiri rapat inisiasi Pengembangan Sistem Informasi Kebencanaan (SIK) yang diselenggarakan di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng, Senin (20/7). Kominfosanti diwakili oleh staf Bidang Tata Kelola dan SDM SPBE, I Gede Anggie Suardika Arpin dan Komang Hokky Aryasta.
Rapat ini membahas langkah awal pengembangan Sistem Informasi Kebencanaan (SIK) sebagai upaya memperkuat tata kelola data kebencanaan di Kabupaten Buleleng. Pengembangan SIK diharapkan mampu menjawab tantangan penanggulangan bencana yang semakin kompleks melalui perluasan cakupan pengelolaan data, tidak hanya berfokus pada data kejadian bencana, tetapi juga mencakup data pada fase pra bencana, saat bencana, hingga pascabencana.
Dalam pembahasan disampaikan bahwa optimalisasi implementasi SIK memerlukan komitmen seluruh perangkat daerah serta penyesuaian terhadap proses bisnis yang telah berjalan. Dengan demikian, sistem yang dikembangkan dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam mendukung koordinasi, pengambilan keputusan, serta penyediaan informasi kebencanaan yang cepat dan akurat.
Selain itu, rapat juga mengidentifikasi beberapa aspek teknis yang perlu menjadi perhatian, salah satunya penggunaan "Open Street Map" sebagai peta dasar yang saat ini masih memiliki keterbatasan dalam menampilkan titik koordinat bale banjar secara akurat. Ke depan, diperlukan penyempurnaan data spasial agar informasi lokasi dapat mendukung proses penanganan bencana secara lebih efektif.
Pembahasan juga mengarah pada peluang integrasi data antara aplikasi SIK dengan berbagai aplikasi yang telah dimiliki Pemerintah Kabupaten Buleleng yang berkaitan dengan kebencanaan. Integrasi ini diharapkan dapat mewujudkan pertukaran data yang lebih efisien, mengurangi duplikasi data, serta mendukung implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) melalui interoperabilitas antar sistem.