Pemerintah Kabupaten Buleleng mulai mematangkan strategi untuk membuka peluang investasi yang lebih terarah melalui penyusunan Peta Potensi Investasi Kabupaten Buleleng. Tak sekadar memotret potensi daerah, kajian tersebut didorong mampu menjawab pertanyaan penting bagi investor: potensi apa yang tersedia, di mana lokasinya, dan seberapa siap wilayah tersebut dikembangkan.
Hal itu mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) Pembahasan Laporan Antara Penyusunan Kajian Peta Potensi Investasi Kabupaten Buleleng, di Ruang Rapat DPMPTSP Buleleng, Kamis (3/9). Kegiatan tersebut mempertemukan perangkat daerah, para camat, Tim Pengendali Mutu (TPM), Tim Pelaksana, serta pihak terkait lainnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kominfosanti Kabupaten Buleleng, Kepala Bidang Persandian dan Statistik, Komang Ery Martha Pariata, bersama jajaran perangkat daerah dan unsur kewilayahan lainnya.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, menegaskan bahwa output utama kajian bukan sekadar kumpulan data, melainkan peta potensi investasi yang memiliki basis data kuat dan dapat digunakan sebagai pijakan dalam pengambilan kebijakan.
Karena itu, penyusunan peta harus dilakukan secara cermat dan disinkronkan dengan berbagai sumber data maupun dokumen perencanaan daerah.
Menurutnya, FGD laporan antara menjadi momentum penting untuk menguji hasil kajian sekaligus memastikan data dan informasi yang digunakan benar-benar menggambarkan kondisi di lapangan.
Ia berharap forum tersebut tidak berhenti pada pemaparan hasil sementara. Sebaliknya, FGD harus menjadi ruang kolaborasi untuk memperkaya kajian melalui masukan, koreksi, data, informasi, serta perspektif dari masing-masing sektor dan wilayah.
Suwarmawan menilai pemetaan potensi investasi tidak cukup hanya mengidentifikasi komoditas atau sektor unggulan. Kajian juga perlu melihat kesiapan wilayah secara lebih menyeluruh, termasuk infrastruktur, sumber daya, permasalahan yang dihadapi, hingga berbagai faktor pendukung dan penghambat investasi.
Dengan pendekatan tersebut, peta investasi diharapkan mampu menunjukkan bukan hanya apa yang berpotensi dikembangkan, tetapi juga apa yang harus dipersiapkan pemerintah agar potensi tersebut benar-benar layak ditawarkan kepada investor.
Penyusunan kajian ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Buleleng mengidentifikasi, memetakan, dan mengembangkan berbagai potensi daerah yang memiliki peluang untuk ditawarkan sebagai sektor maupun komoditas investasi.
Keberadaan peta potensi investasi berbasis data diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai lokasi potensi, jenis pengembangan yang memungkinkan, serta kebutuhan yang harus dipenuhi untuk merealisasikan peluang investasi.
Dalam kesempatan tersebut, Suwarmawan juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Buleleng yang telah menyediakan tempat sekaligus memfasilitasi pelaksanaan FGD.
Sinergi lintas perangkat daerah dinilai menjadi kunci agar kajian yang dihasilkan tidak berhenti sebagai dokumen administratif, tetapi benar-benar mampu menjawab kebutuhan pembangunan daerah dan mendukung strategi promosi investasi Buleleng.
Apresiasi juga diberikan kepada Tim Pelaksana dari Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) atas pelaksanaan kajian tersebut.
Berbagai masukan yang muncul dalam FGD selanjutnya akan menjadi bahan penyempurnaan laporan antara menuju laporan akhir. Pemerintah berharap hasil akhir kajian memiliki kualitas data dan analisis yang kuat serta dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Dengan proses penyusunan yang melibatkan lintas sektor, berbasis data, dan mengacu pada dokumen perencanaan serta regulasi yang berlaku, Peta Potensi Investasi Buleleng diharapkan tidak hanya menjadi peta yang menunjukkan potensi, tetapi menjadi pijakan konkret untuk membuka investasi yang lebih terarah, sesuai karakteristik wilayah, menciptakan nilai tambah ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.