Dalam upaya meningkatkan kapasitas generasi muda sekaligus mendorong tumbuhnya wirausaha baru di Kabupaten Buleleng, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng menyelenggarakan Pelatihan Kewirausahaan Pemuda Pemula Berbasis Keterampilan Tata Rias yang berlangsung di Aula SMKN 2 Singaraja, Kamis (25/6).
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Buleleng. Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosanti) Kabupaten Buleleng, Penelaah Teknis Kebijakan, Seliyani, S.ST.
Pelatihan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan pemuda yang bertujuan meningkatkan keterampilan praktis sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan di bidang tata rias. Melalui program ini, peserta didorong untuk mengembangkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja serta memanfaatkan peluang usaha yang semakin berkembang di sektor ekonomi kreatif.
Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam menciptakan sumber daya manusia yang kreatif, inovatif, dan berdaya saing. Selain mendapatkan materi teori, para peserta juga mengikuti praktik langsung tata rias dengan pendampingan instruktur yang berpengalaman, sehingga keterampilan yang diperoleh dapat diaplikasikan secara nyata.
Berbagai materi yang diberikan meliputi teknik dasar tata rias, penggunaan peralatan kecantikan yang tepat, hingga strategi pengembangan usaha di bidang jasa kecantikan. Pembekalan tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan peserta mengenai potensi bisnis yang menjanjikan serta membangun kepercayaan diri untuk memulai usaha secara mandiri.
Pelatihan ini sekaligus menjadi wujud sinergi antarperangkat daerah dalam mendukung pembangunan kepemudaan dan penguatan ekonomi kreatif di Kabupaten Buleleng, melalui peningkatan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dan peluang pasar saat ini.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga mampu menjadi pelaku usaha mandiri yang kreatif, inovatif, dan produktif. Dengan demikian, para pemuda dapat berperan aktif dalam menciptakan lapangan kerja baru serta turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.