Pemerintah Kabupaten Buleleng kembali menghadirkan Buleleng Festival (Bulfest) 2026 dengan semangat menghidupkan kembali rasa, cerita, dan identitas Buleleng melalui tema “Uriping Rasa”. Festival yang berlangsung 18–23 Agustus 2026 ini dikemas dengan nuansa Singaraja tempo dulu, mulai dari kuliner nostalgia hingga berbagai atraksi seni dan budaya.
Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, mengatakan Bulfest tahun ini tidak sekadar menjadi agenda hiburan, tetapi juga ruang untuk mengingat kembali kejayaan Singaraja sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, dan kebudayaan di masa lalu.
Hal tersebut disampaikan Bupati Sutjidra saat jumpa pers bersama awak media di Rumah Makan Soenda Ketjil, Singaraja, Jumat (14/8).
Kepala Dinas Kominfosanti Kabupaten Buleleng, Made Suharta, turut hadir mendampingi dalam kegiatan tersebut bersama pimpinan OPD terkait.
Menurut Sutjidra, Buleleng memiliki rekam jejak yang sangat kuat sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, dan kebudayaan masa lalu. Melalui Bulfest 2026, pihaknya ingin menyalakan kembali rasa memiliki, rasa bangga, dan rasa cinta terhadap warisan leluhur.
Nuansa Singaraja tempo dulu akan paling terasa di Zona A atau Area Buleleng Tempo Dulu, yang membentang dari Tugu Singa Ambara Raja, Jalan Ngurah Rai, Gedung Laksmi Graha hingga kawasan bersejarah Soenda Ketjil.
Pengunjung akan diajak bernostalgia melalui bioskop tempo dulu, pasar tradisional rakyat, permainan anak masa lampau, parade seni jalanan, hingga kuliner legendaris khas Bali Utara. Konsep vintage juga diterapkan pada sejumlah lapak dan ruang festival untuk memperkuat atmosfer kota lama.
Sementara itu, Ketua Panitia Bulfest 2026, Putu Ariadi Pribadi, mengatakan festival tahun ini dibangun dalam tiga zona, yakni kawasan heritage tempo dulu, zona creative space anak muda, dan zona budaya berkelanjutan.
Bulfest 2026 juga menjadi ruang bagi pelaku ekonomi kreatif. Sebanyak 105 UMKM terkurasi akan terlibat, mencakup kuliner, kriya, fesyen, hingga berbagai produk ekonomi kreatif unggulan Buleleng.
Dari sisi seni dan budaya, lebih dari 60 kelompok kesenian daerah dan musik modern akan tampil. Sejumlah pertunjukan kolosal seperti Tari Trunajaya, Wiranjaya dan Palawakya akan melibatkan ratusan seniman lokal. Atraksi gong kebyar, drama gong hingga penampilan KLa Project, Dialog Dini Hari, Lolot dan White Swan turut melengkapi rangkaian festival.
Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan, Pemkab Buleleng menyiapkan pengamanan terpadu dengan melibatkan sekitar 200 personel gabungan setiap hari, terdiri atas TNI, Polri, Satpol PP dan Pecalang. Rekayasa lalu lintas serta pengaturan kantong parkir juga disiapkan bersama instansi terkait.
Melalui Bulfest 2026, Pemkab Buleleng berharap semangat “Uriping Rasa” tidak berhenti pada nostalgia, tetapi menjadi energi untuk memperkuat identitas daerah, menggerakkan UMKM, serta menjadikan sejarah dan budaya Buleleng sebagai daya tarik pariwisata Bali Utara.