Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaksanakan Rapat Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Hidrometeorologi pada Selasa (26/11) di Ruang Rapat BPBD. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat langkah antisipasi serta meningkatkan kesiapan lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Buleleng.
Rapat tersebut dibuka langsung oleh Kalaksa BPBD Kabupaten Buleleng, I Gede Suyasa, dan dihadiri oleh perangkat daerah terkait, termasuk Dinas Kominfosanti yang diwakili oleh Pranata Humas Ahli Muda, I Gusti Ngurah Agung Darma Yudha. Kehadiran lintas instansi ini menjadi wujud sinergi pemerintah daerah dalam mengoptimalkan upaya penanggulangan dan pengurangan risiko bencana.
Sepanjang tahun 2025, BPBD Kabupaten Buleleng telah melaksanakan berbagai kegiatan pengurangan risiko bencana, di antaranya sosialisasi dan Komunikasi, Informasi, Edukasi (KIE) sebanyak 72 kali yang menjangkau 7.534 masyarakat, serta pelatihan pencegahan dan mitigasi di 7 kawasan dengan total 55 kegiatan. Selain itu, dilakukan pemetaan wilayah rawan bencana, penguatan Desa Tangguh Bencana, serta pengaktifan sensor dan sirine BMKG di sejumlah titik strategis.
Menindaklanjuti Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri terkait kesiapsiagaan bencana, seluruh perangkat daerah diminta untuk meningkatkan koordinasi, mengaktifkan posko bencana, mengoptimalkan peran camat melalui Kecamatan Tangguh Bencana, serta segera melakukan penanganan dan pelaporan apabila terjadi bencana. Koordinasi lintas sektor juga diperkuat melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana Kabupaten Buleleng yang telah memiliki struktur tugas dan tanggung jawab yang jelas.