(0362) 21146
kominfosanti@bulelengkab.go.id
Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik

MPLS Ramah 2026/2027 Resmi Dimulai, Kabid PKP Dinas Kominfosanti Buleleng Turut Hadiri Pembukaan

Admin kominfosanti | 13 Juli 2026 | 47 kali

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, yang dalam kesempatan ini diwakili Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, secara resmi membuka pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027 yang dilaksanakan serentak di seluruh jenjang TK, SD, dan SMP se-Kabupaten Buleleng. Pembukaan dipusatkan di SMP Negeri 3 Banjar, Senin (13/7), sebagai penanda dimulainya MPLS Ramah yang mengedepankan pendidikan karakter, lingkungan belajar yang aman, serta sekolah yang ramah anak. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Pengelolaan Komunikasi Publik (PKP) Dinas Kominfosanti Kabupaten Buleleng, I Putu Suryada Santhi.

Dalam arahannya, Kadisdikpora Ida Bagus Gde Surya Bharata menyampaikan bahwa pelaksanaan MPLS Ramah merupakan implementasi dari Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 tentang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah. Menurutnya, MPLS bukan sekadar kegiatan orientasi bagi peserta didik baru, melainkan menjadi gerbang awal dalam membentuk karakter, memperluas wawasan, serta membangun hubungan pertemanan yang sehat.

Ia menegaskan bahwa Kabupaten Buleleng tengah mempersiapkan generasi muda yang mampu menjawab tantangan masa depan. Karena itu, peserta didik diharapkan memanfaatkan MPLS untuk mengenal lingkungan sekolah, memahami norma dan budaya sekolah, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap sekolah sebagai tempat mengembangkan potensi diri.

"Kami mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi etika dan integritas sebagai pondasi kesuksesan. Selain itu, siswa didorong untuk terus mengembangkan kreativitas, berpikir kritis, serta berkomitmen menciptakan lingkungan sekolah yang aman dengan menolak segala bentuk perundungan, kekerasan, maupun perilaku negatif lainnya," ujarnya.

Ia juga berpesan agar para peserta didik baru menjadikan MPLS sebagai momentum membangun disiplin, tanggung jawab, dan semangat gotong royong. Penggunaan teknologi pun harus dilakukan secara bijaksana, disertai kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan sekolah.

Sementara itu, kepada guru dan panitia MPLS, Disdikpora menekankan agar seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara edukatif, menyenangkan, inklusif, dan ramah anak tanpa praktik perpeloncoan maupun hukuman fisik. Seluruh peserta didik harus memperoleh layanan yang setara serta mendapatkan penguatan nilai-nilai karakter, budaya Bali, dan edukasi untuk menjauhi penyalahgunaan narkoba, judi daring, serta dampak negatif media sosial.

Ketua Komite Widya Santi SMP Negeri 3 Banjar, Nyoman Aryawan, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Buleleng yang telah mempercayakan sekolahnya sebagai lokasi pembukaan MPLS Ramah tahun ini. Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh warga sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan.

"Kami berharap sinergi seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat sehingga mampu melahirkan generasi Buleleng yang unggul, sehat, berkarakter, dan siap menyongsong terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045," harapnya.

Pada Tahun Ajaran 2026/2027, sebanyak 28.371 peserta didik baru di Kabupaten Buleleng mengikuti MPLS, yang terdiri atas 8.199 siswa jenjang PAUD/TK, 10.018 siswa jenjang SD, dan 10.809 siswa jenjang SMP.

Pelaksanaan MPLS berlangsung selama lima hari, mulai 13 hingga 17 Juli 2026. Selama kegiatan, peserta didik akan mendapatkan berbagai materi, di antaranya Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Pagi Ceria, etika dan sopan santun bermedia sosial, budaya senyum, salam, sapa, sopan, santun (5S), serta Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) sebagai bagian dari pembentukan karakter dan budaya positif di lingkungan sekolah