(0362) 21146
kominfosanti@bulelengkab.go.id
Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik

Suarakan Hak Anak Menuju Indonesia Emas 2045, Inilah 10 Besar Duta Anak Buleleng 2026

Admin kominfosanti | 08 Februari 2026 | 40 kali



Semangat membara terpancar dari wajah generasi muda dalam ajang Grand Final Gelora Anak Buleleng (GAB) 2026. Bertempat di Kampus STIE Satya Dharma Singaraja, Minggu (8/2), ajang pemilihan Duta Anak Kabupaten Buleleng ini sukses menjaring bibit unggul yang akan menjadi penyambung lidah aspirasi anak-anak di Gumi Panji Sakti.


Acara bergengsi ini dihadiri oleh berbagai pihak lintas sektor, termasuk perwakilan dari Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Kominfosanti) Kabupaten Buleleng yang diwakili oleh Pranata Humas Ahli Muda, Ketut Widiasa.


Dari total peserta yang mendaftar, sebanyak 20 finalis kategori anak bersaing ketat di babak Grand Final untuk memperebutkan posisi 10 besar terbaik. Mereka tidak hanya dinilai dari kecakapan berbicara, tetapi juga wawasan mengenai perlindungan anak.


Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Buleleng, Putu Kariaman Putra, dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran Forum Anak Buleleng sebagai garda terdepan.


"Forum Anak harus mampu menjadi agen perubahan (agent of change) baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Memiliki kepekaan moral dan sosial adalah kunci, karena kalian adalah jembatan aspirasi untuk memastikan hak dan perlindungan anak terpenuhi demi mewujudkan Indonesia Emas 2045," tegas Kariaman Putra.


Kegiatan ini turut disaksikan oleh perwakilan SKPD terkait, Ketua Kampus STIE Satya Dharma, Mediterania Bali, Duta Anak Provinsi Bali, Jegeg Bagus Buleleng, serta Forum Anak Daerah se-Bali.


Hadirnya Dinas Kominfosanti dalam acara ini juga menunjukkan dukungan penuh pemerintah dalam penyebarluasan informasi positif dan edukasi terkait pemenuhan hak anak di era digital.


Dengan terpilihnya 10 besar Duta Anak Buleleng tahun ini, diharapkan peran anak sebagai pelapor dan pelopor (2P) dapat semakin masif, memberikan dampak nyata bagi pembangunan karakter bangsa sejak dini.