(0362) 21146
kominfosanti@bulelengkab.go.id
Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik

Kominfosanti Buleleng Dukung Penguatan Desa dan Kelurahan Siaga TBC

Admin kominfosanti | 21 September 2026 | 42 kali

Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian Tuberkulosis (TBC) melalui pembentukan Desa dan Kelurahan Siaga TBC. Penguatan tersebut dibahas dalam Pertemuan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pembentukan Desa dan Kelurahan Siaga TBC Kabupaten Buleleng yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting, Senin (21/9).


Pertemuan dibuka oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, Ni Nyoman Mertiasa, mewakili Kepala Dinas Kesehatan. Kegiatan diikuti oleh para camat se-Kabupaten Buleleng, perwakilan 148 desa dan kelurahan, seluruh puskesmas, SKPD terkait, Tim Penggerak PKK, serta unsur Forum Komunikasi (Forkom) Desa/Kelurahan.


Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfosanti) Kabupaten Buleleng yang diwakili oleh Pranata Humas Ahli Muda, Ketut Widiasa, turut mengikuti pertemuan tersebut sebagai bagian dari penguatan koordinasi lintas sektor dalam mendukung program penanggulangan TBC di Kabupaten Buleleng.


Dalam pertemuan tersebut ditegaskan bahwa penanganan TBC membutuhkan keterlibatan aktif seluruh unsur masyarakat, khususnya kader di tingkat desa dan kelurahan. Kader memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam mendukung deteksi dini, pendampingan pasien, hingga memastikan pasien menyelesaikan pengobatan sampai sembuh.


Untuk memperkuat pelaksanaan di tingkat desa dan kelurahan, setiap Kepala Desa dan Lurah didorong segera menerbitkan Surat Keputusan (SK) Pembentukan Tim Siaga TBC. SK tersebut diharapkan menjadi landasan hukum sekaligus memperjelas peran, dukungan, dan keberlanjutan program penanggulangan TBC di masing-masing wilayah.


Berdasarkan evaluasi capaian penanganan TBC tahun 2025, angka penemuan kasus atau treatment coverage tercatat sebesar 82 persen dari target 90 persen. Sementara itu, angka keberhasilan pengobatan (success rate) mencapai 77 persen dari target 90 persen. Masih tingginya angka kematian pasien sebesar 12 persen serta kasus putus obat (loss to follow-up) sebesar 9 persen menjadi sejumlah faktor yang perlu mendapat perhatian bersama.


Selain capaian tersebut, masih terdapat sejumlah tantangan di lapangan, di antaranya belum meratanya pemahaman perangkat desa terkait urgensi penanganan TBC, keterbatasan dukungan anggaran di tingkat lokal, serta masih kuatnya stigma di masyarakat yang turut memengaruhi penerimaan Terapi Pencegahan TBC (TPT) bagi kontak serumah pasien.


Program pembentukan Desa dan Kelurahan Siaga TBC Kabupaten Buleleng sendiri telah melalui beberapa tahapan. Rakor pembentukan telah dilaksanakan pada 28 Juli 2026, dilanjutkan sosialisasi secara hybrid pada 28 Agustus 2026. Selanjutnya, Monev dilaksanakan pada 21 September 2026, workshop pembentukan dijadwalkan pada Oktober 2026, serta sosialisasi dan launching penyelenggaraan Desa dan Kelurahan Siaga TBC direncanakan pada November 2026.


Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Buleleng memperkuat kolaborasi lintas sektor agar Desa dan Kelurahan Siaga TBC menjadi komitmen bersama dalam meningkatkan kesadaran, memperkuat deteksi dan pendampingan pasien, serta menekan penularan TBC menuju eliminasi TBC 2030.