(0362) 21146
kominfosanti@bulelengkab.go.id
Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik

KIM "Mahardita Iswara" Desa Bengkala Dorong Keterbukaan Informasi Dukung Pemasaran UMKM

Admin kominfosanti | 01 September 2026 | 19 kali

Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) "Mahardita Iswara" Desa Bengkala, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, didorong menjadi wadah keterbukaan informasi sekaligus penggerak promosi potensi desa. Dukungan itu disampaikan Perbekel Desa Bengkala Made Astika dalam kegiatan pembinaan KIM yang berlangsung pada Selasa, (1/9).

Made Astika mengatakan keberadaan KIM penting untuk memperluas akses masyarakat terhadap informasi mengenai pelayanan publik, kegiatan pemerintahan, hingga potensi ekonomi desa.

“Kami mendukung sepenuhnya program Kementerian Komdigi dan Kominfosanti Buleleng dalam pembentukan Komunitas Informasi Masyarakat. Tujuannya memberikan keterbukaan informasi seluas-luasnya bagi masyarakat,” kata Made Astika.

Sementara itu, KIM juga diharapkan membantu pelaku usaha lokal memperkenalkan produk mereka melalui media digital. Salah satunya usaha kacang mete milik Made Carning. Produk tersebut menggunakan bahan baku lokal dan dipasarkan kepada masyarakat setempat serta wisatawan.

Usaha itu tidak hanya berorientasi pada produksi. Made Carning membentuk komunitas kerja dengan melibatkan ibu-ibu di sekitar desa yang memiliki waktu luang. Mereka bekerja secara fleksibel sesuai kebutuhan produksi. Kelompok masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, juga diberi ruang untuk terlibat dalam pekerjaan sesuai kemampuan.

“Kalau ada ibu-ibu yang menganggur, kami kumpul sambil menghasilkan. Yang mau saja, saya tidak memaksa,” ujarnya.

Dari lima kilogram kacang mete yang masih berkulit, setelah melalui proses pengeringan dan pengupasan, dihasilkan sekitar satu kilogram kacang siap goreng. Menurut Made Carning, produknya memiliki cita rasa manis alami dan gurih.

Pemberdayaan masyarakat juga dilakukan BUMDes Bengkala. Ketua BUMDes Bengkala Komang Agus Arianta mengatakan lembaganya mengelola empat unit usaha, yakni simpan pinjam, toko, pelayanan air, dan pengelolaan sampah. Sampah rumah tangga diolah menjadi pupuk yang saat ini dipasarkan kepada masyarakat lokal.

BUMDes juga mengembangkan produk kacang lokal bermerek Kacang Mutiara. Produk yang semula hanya dijual di sekitar desa kini telah dipasarkan ke sejumlah pusat oleh-oleh di Denpasar.

Produksi Kacang Mutiara mencapai sekitar 1,4 ton per bulan dengan omzet kotor sekitar Rp80 juta. Produk diproses melalui penggorengan dan spinner untuk mengurangi minyak, kemudian dikemas secara vakum agar dapat bertahan hingga sekitar lima bulan.

Dalam proses produksi, BUMDes melibatkan masyarakat Desa Bengkala. Penyandang disabilitas juga mendapat kesempatan membantu pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan, seperti pemasangan stiker pada kemasan. BUMDes menyatakan terbuka untuk merekrut penyandang disabilitas pada unit usaha yang memungkinkan.

Komang Agus berharap KIM dapat membantu membawa produk-produk desa ke pasar yang lebih luas melalui media sosial.

“Dengan adanya Komunitas Informasi Masyarakat, saya berharap produk kami bisa dipasarkan melalui media sosial sehingga dikenal masyarakat Bali dan Indonesia,” katanya.

Keberadaan KIM Desa Bengkala diharapkan tidak berhenti sebagai saluran informasi pemerintahan. Komunitas ini juga menjadi ruang kolaborasi untuk mengangkat potensi ekonomi desa, memperluas pasar UMKM, dan membuka kesempatan bagi masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan produktif secara inklusif.