(0362) 21146
kominfosanti@bulelengkab.go.id
Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik

8 Alasan Pemilihan Sumberkima Sebagai Lokasi Bandara Baru

Admin kominfosanti | 17 Juli 2013 | 1053 kali

Desa Sumberkima, Kabupaten Buleleng, dipilih menjadi lokasi pembangunan bandar udara baru di kawasan Bali utara. Dari hasil kajian, Sumberkima  dianggap lebih mudah untuk dibangun bandara dibandingkan jika dibangun di Desa Kubutambahan (Buleleng Timur). Berikut 8 alasan pemilihan wilayah Sumberkima di Buleleng barat sebagai lokasi bandara baru.

1. Di Desa Sumberkima, Gerokgak, mayoritas kawasan berupa lahan kering. Pemukiman penduduk lebih jarang, diperkirakan ada sekitar 2.570 KK yang terkena dampak.

2. Jika dibangun di Kubutambahan, akan sulit memindahkan penduduk serta Pura Kahyangan Tiga dan kuburan di desa adat (pakraman) di Kubutambahan. Kubutambahan yang terletak di bagian timur Buleleng, kawasan yang terkena dampak merupakan wilayah persubakan dan padat permukiman penduduk. Terdapat sekitar 8.012 KK yang diprediksi terkena dampak. Pembangunan bandara akan menggusur 14 pura di dua kecamatan, dimana dua diantaranya merupakan pura cagar budaya.

3. Di dekat Sumberkima ada tanah milik Pemprov Bali seluas 650 hektar, sehingga pemerintah provinsi bisa berkontribusi dalam pembangunan bandara baru.

4. Wilayah Sumberkima berada di pinggir jalan nasional. Selain itu, jalur tol Kuta-Soka-Seririt rencananya akan dibangun dekat lokasi itu.

5. Jika dilakukan reklamasi di Sumberkima untuk pembangunan bandara, akan lebih mudah dengan kedalaman laut hanya 416 meter. Sedang di Kubutambahan, reklamasi lebih sulit dilakukan karena palung laut lebih dalam yakni 981 meter.

6. Sumberkima diapit 2 kawasan wisata

7. Sumberkima dekat pelabuhan laut, sehingga nanti mudah untuk mensuplai bahan bakar pesawat.  

8. Lokasi di Sumberkima (Buleleng barat)  juga gampang untuk menyerap pasar dari wilayah Jawa Timur. (dev)