(0362) 21146
kominfosanti@bulelengkab.go.id
Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik

Tingkatkan Kualitas Layanan Arsip dan Kuatkan Pengembangan Inovasi SRIKANDI BULELENG, DAPD Gelar Sosialisasi

Admin kominfosanti | 17 Desember 2024 | 74 kali

Dalam upaya untuk meningkatkan kualitas layanan serta penguatan nilai-nilai daerah untuk pengembangan inovasi SRIKANDI BULELENG (Sinergitas Revitalisasi Inovatif Kekayaan Arsip dan Nilai Daerah Integratif), Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (DAPD) Kabupaten Buleleng menggelar Sosialisasi Diorama Arsip Konvensional dan Diorama Arsip Virtual Soenda Ketjil, serta pengembangan program inovatif SRIKANDI BULELENG.

Kepala Bidang (Kabid) Persandian dan Statistik Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Kabupaten Buleleng, Komang Ery Marta Pariata hadir dalam acara sosialisasi tersebut, yang bertempat di Ruang Rapat DAPD Kabupaten Buleleng dan dihadiri pula oleh perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pengelola perpustakaan sekolah, serta tim efektif DAPD serta dibuka langsung oleh Kepala DAPD Kabupaten Buleleng, Made Era Oktarini, Selasa (17/12).

Kegiatan ini bertujuan untuk untuk mengenalkan program SRIKANDI Buleleng kepada berbagai pihak, termasuk pengelola perpustakaan SMP dan mengintegrasikan pengelolaan arsip berbasis digital dan konvensional.

Program SRIKANDI Buleleng ini dirancang untuk menguatkan kolaborasi lintas instansi, termasuk Dinas Pariwisata, Dinas Kebudayaan, Dinas Pendidikan, dan Dinas Kominfosanti. Salah satu implementasinya adalah pengembangan Diorama Virtual Soenda Ketjil, yang menjadi pusat edukasi berbasis arsip sejarah lokal. Disampaikan dalam kolaborasi kedepannya, diharapkan mengintegrasikan aplikasi diorama virtual menggunakan URL Kabupaten Buleleng, dan penggunaan Segel Elektronik (Eseal) dari Balai Besar Sertifikasi Elektronik untuk keutuhan dan keotentikan foto yang yang ditampilkan pada diorama.

Melalui kolaborasi dengan berbagai instansi, program SRIKANDI Buleleng diharapkan dapat menjadi model pengelolaan arsip berbasis integratif yang menghubungkan nilai sejarah dengan kebutuhan masa kini. Kedepan, diorama-diorama arsip ini akan menjadi sarana edukasi yang relevan bagi generasi muda dan pengembangan budaya daerah.